Galen Leather: 100% Handmade Leather Goods & Products ...

SCRIBO LA DOTTA Bamboo LE Maki E Pena Fountain

SCRIBO LA DOTTA Bamboo LE Maki E Pena Fountain - Main image
$1325 $2650 In stock

Category: Pulpen Fountain

BAMBOO Limited Edition

Ada sebuah momen, di bulan-bulan paling hening dalam setahun, ketika alam seolah menahan napas.

Di dalam jeda yang hening inilah, menurut tradisi Jepang, shōchiku-bai, yang dikenal sebagai Pinus, Bambu, dan Plum hadir melambangkan Tiga Sahabat Musim Dingin.

Tumbuhan yang bertahan melawan dingin tanpa menyerah, selama berabad-abad menjadi simbol kekuatan moral, ketekunan, dan harapan akan keberuntungan di tahun yang akan datang.

Dengan LA DOTTA Bamboo SCRIBO membuka trilogi yang akan menemani tiga tahun karya seni: sebuah perjalanan di mana material, gerak, dan makna saling berkelindan untuk membentuk cara menulis yang lebih bermakna.

LA DOTTA Bamboo ENG 001LA DOTTA Bamboo ENG 002LA DOTTA Bamboo ENG 003LA DOTTA Bamboo ENG 004LA DOTTA Bamboo ENG 005LA DOTTA Bamboo ENG 006LA DOTTA Bamboo ENG 007LA DOTTA Bamboo ENG 008LA DOTTA Bamboo ENG 009LA DOTTA Bamboo ENG 010LA DOTTA Bamboo ENG 011LA DOTTA Bamboo ENG 012LA DOTTA Bamboo ENG 013LA DOTTA Bamboo ENG 014LA DOTTA Bamboo ENG 015LA DOTTA Bamboo ENG 016

LA DOTTA Bamboo Limited Edition meresmikan perjalanan ini dengan kemurnian simbol kuno, yang diasosiasikan dengan kemampuan untuk membungkuk tanpa patah, tetap teguh meski angin berubah arah, dan memandang masa depan dengan harapan baru.

Dalam budaya Jepang, bambu adalah ajaran yang senyap: undangan untuk menjadi tangguh, menjaga integritas batin, dan meraih keseimbangan di masa perubahan. Keanggunannya yang esensial menjadi narasi visual, materi berubah menjadi makna.

Penciptaannya dipercayakan kepada Master Urushi Takeshi Matsuyama, seorang penjaga lak alami yang menuntut kesabaran, presisi, dan dedikasi mutlak terhadap seni waktu.

Permukaannya menampilkan tekstur material dari Ishime finishing, terinspirasi dari kerasnya tanah musim dingin, sementara Maki-e dekorasi, dibuat dengan serbuk emas dan perak, menggambar motif bambu pada badan pena seperti ideogram alami.

Mata pena pun membawa penghormatannya sendiri: ukiran khusus, sederhana dan berharga, dirancang sebagai detail intim yang hanya terlihat oleh orang yang menulis.

Setiap karya termasuk dalam edisi terbatas 68 buah, dan setiap penomoran progresif diukir dengan mesin pantograf pada cincin sistem pengisian, bersama dengan nama “Bamboo Limited Edition”.

Tanda tangan seniman dan SCRIBO, yang terakhir diukir dalam katakana sebagai dialog halus antara identitas Italia dan budaya Jepang, tampak pada tutup pena.

Ritual berlanjut dalam kemasan: kotak kayu buatan tangan yang ditutup dengan tali bergaya Jepang murni, dirancang dengan estetika esensial tanpa sesuatu yang berlebihan. Pena fountain dibungkus dalam kantong pena berbahan kain kimono, sebuah gestur perlindungan dan keberuntungan yang membangkitkan ritme tradisi yang lambat dan penuh hormat.

LA DOTTA Bamboo menjadi undangan untuk memulai Tahun Baru dengan kejernihan, ketekunan, dan momentum batin.

Ini adalah pembukaan trilogi yang sudah mengisyaratkan dua edisi berikutnya: Pine dan Plum, lambang kebajikan yang abadi dan selalu berubah.

“Bambu yang membungkuk lebih kuat daripada pohon ek yang melawan.”

– Peribahasa Jepang –

TAKESHI MATSUYAMA

Seniman yang menciptakan edisi Bamboo bernomor

Takeshi Matsuyama lahir di Yamanaka dan, sejak kecil, memiliki kesempatan untuk mengamati ayahnya bekerja, menciptakan karya seni menggunakan maki-eteknik lak.

Pengalaman-pengalaman ini sangat membentuk dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai seniman.

Karyanya lahir dari kesadaran akan kebutuhan untuk melestarikan teknik maki-e tradisional di lingkungan global yang kompetitif saat ini.

“Menciptakan objek yang telah dianggap sebagai karya seni selama berabad-abad berarti melestarikan warisan.

Ini adalah tanggung jawab yang mengajak kita untuk menjaga integritas teknis dan semangat mereka yang datang sebelum kita.”

– Takeshi Matsuyama – 

Matsuyama-san menganggap identitas dan keahliannya sebagai jembatan menuju budaya tradisional Jepang.

Penguasaan teknik, baginya, adalah prasyarat fundamental bagi setiap seniman: hanya ketika keterampilan teknis sepenuhnya terlihat, kepribadian seniman dapat muncul.

Ia menciptakan karya seni yang dirancang untuk dirasakan melalui kelima indra, menjauhkan pengamat dari objek produksi massal yang menumpulkan kesadaran.

Untuk mengejar visi artistiknya, Matsuyama-san menggabungkan gaya tradisional Jepang dan desain internasional baru, menerapkan teknik Jepang untuk menghidupkan setiap ciptaan.

Inspirasinya terutama datang dari alam: putihnya musim dingin dan beragam warna bunga serta tanaman di musim lainnya. Spiritualitas juga memainkan peran fundamental dalam karyanya, Matsuyama-san mencatat bahwa ia selalu membawa Shintoisme dalam pikirannya sebagai kehadiran penuntun.